

Besi hollow merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi dan renovasi bangunan. Bentuknya yang kotak atau persegi panjang membuat besi hollow mudah digunakan untuk membuat rangka, sehingga sering menjadi pilihan untuk plafon, partisi, pagar, kanopi, hingga berbagai kebutuhan konstruksi lainnya.
Namun, besi hollow tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan. Pemilihan ukuran yang tepat sangat penting agar konstruksi kuat, sesuai kebutuhan, dan tidak boros material.
Dalam artikel ini, Lamoza Material akan membahas berbagai ukuran besi hollow, ketebalan yang tersedia, serta penggunaannya agar Anda lebih mudah menentukan pilihan.
Besi hollow adalah material berbentuk pipa kotak atau persegi panjang yang bagian tengahnya memiliki ruang kosong. Material ini umumnya terbuat dari baja dan tersedia dalam berbagai ukuran serta ketebalan.
Karena bentuknya praktis dan relatif mudah dipotong maupun dipasang, besi hollow banyak digunakan oleh tukang, kontraktor, maupun masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah.
Beberapa jenis besi hollow yang umum dijumpai antara lain hollow hitam, hollow galvanis, dan hollow galvalum.
Ukuran besi hollow biasanya ditulis berdasarkan ukuran sisi luar penampangnya. Contohnya 2 × 2 cm, 2 × 4 cm, 4 × 4 cm, dan sebagainya.
Berikut beberapa ukuran yang umum digunakan:
| Ukuran Hollow | Penggunaan Umum |
|---|---|
| 2 × 2 cm | Rangka ringan, furniture, kebutuhan kecil |
| 2 × 4 cm | Rangka plafon, partisi, dan kebutuhan ringan |
| 3 × 3 cm | Rangka ringan dan konstruksi tertentu |
| 4 × 4 cm | Pagar, rangka, kanopi ringan |
| 4 × 6 cm | Rangka yang membutuhkan kekuatan lebih |
| 5 × 5 cm | Pagar, kanopi, dan konstruksi rangka |
| 5 × 10 cm | Rangka konstruksi dengan beban lebih besar |
Ukuran tersebut dapat tersedia dalam beberapa pilihan ketebalan, sehingga dua besi hollow dengan ukuran yang sama belum tentu memiliki kekuatan yang sama.
Selain ukuran sisi, ketebalan dinding besi hollow juga perlu diperhatikan.
Contohnya, hollow 4 × 4 cm dapat tersedia dalam ketebalan yang berbeda. Semakin tebal material, secara umum semakin kuat pula hollow tersebut dalam menahan beban, meskipun kekuatan akhir tetap bergantung pada jenis material, bentang, sambungan, dan desain konstruksinya.
Ketebalan yang sering ditemukan di pasaran antara lain:
Untuk pekerjaan ringan, hollow dengan ketebalan lebih tipis dapat digunakan sesuai kebutuhan. Sementara untuk konstruksi yang membutuhkan kekuatan lebih besar, biasanya diperlukan hollow dengan ketebalan yang lebih tinggi.
Besi hollow banyak digunakan sebagai rangka plafon karena bentuknya praktis dan mudah dipasang.
Untuk rangka plafon, ukuran hollow yang digunakan biasanya disesuaikan dengan jenis plafon, jarak rangka, serta beban yang akan ditopang.
Misalnya untuk plafon gypsum atau material ringan lainnya, hollow ukuran kecil dapat digunakan sebagai rangka sesuai spesifikasi sistem plafon.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya ukuran hollow, tetapi juga jarak antar rangka dan metode pemasangannya.
Besi hollow juga sering digunakan sebagai rangka partisi ruangan.
Untuk pekerjaan partisi, ukuran hollow dipilih berdasarkan tinggi partisi, jenis penutup yang digunakan, serta kebutuhan kekuatan rangka.
Hollow 2 × 4 cm atau ukuran sejenis dapat digunakan untuk kebutuhan partisi ringan, tetapi pemilihan akhir sebaiknya disesuaikan dengan desain dan beban konstruksi.
Untuk membuat pagar, kebutuhan ukuran hollow biasanya lebih besar dibandingkan rangka plafon atau partisi ringan.
Hollow 4 × 4 cm, 4 × 6 cm, 5 × 5 cm, atau ukuran lainnya dapat digunakan tergantung desain pagar dan kebutuhan kekuatan.
Untuk pagar yang berada di luar ruangan, jenis material dan perlindungan terhadap karat juga perlu diperhatikan.
Kanopi membutuhkan rangka yang mampu menopang beban penutup atap serta menerima pengaruh angin dan kondisi lingkungan.
Karena itu, pemilihan hollow untuk kanopi tidak boleh hanya berdasarkan harga. Ukuran, ketebalan, panjang bentang, jarak antar rangka, jenis atap, dan sistem sambungan harus diperhitungkan.
Untuk kanopi dengan bentang atau beban yang lebih besar, biasanya dibutuhkan material dengan ukuran dan ketebalan yang lebih besar.
Selain ukuran, jenis besi hollow juga perlu dipertimbangkan.

Hollow hitam merupakan besi hollow yang permukaannya tidak dilapisi seng seperti galvanis.
Material ini banyak digunakan untuk rangka pagar, kanopi, konstruksi, dan berbagai pekerjaan fabrikasi.
Jika digunakan di area yang berpotensi terkena air atau kelembapan, perlindungan terhadap karat perlu diperhatikan, misalnya dengan menggunakan cat dasar antikarat dan cat finishing yang sesuai.

Hollow galvanis memiliki lapisan zinc yang membantu memberikan perlindungan terhadap korosi.
Jenis ini banyak digunakan untuk rangka plafon, partisi, dan berbagai kebutuhan konstruksi ringan.

Hollow galvalum menggunakan lapisan berbasis aluminium dan zinc yang memberikan perlindungan terhadap korosi.
Penggunaannya banyak ditemukan pada konstruksi ringan, terutama pekerjaan interior dan rangka tertentu.
Sebelum membeli besi hollow, jangan hanya melihat ukuran yang paling besar atau harga yang paling murah. Pilih berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Besi hollow tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan. Setiap ukuran memiliki penggunaan yang berbeda, mulai dari pekerjaan ringan seperti plafon dan partisi hingga kebutuhan pagar, kanopi, dan konstruksi lainnya.
Jadi, jangan hanya memilih berdasarkan ukuran. Perhatikan juga ketebalan, jenis material, lokasi penggunaan, beban, dan desain konstruksi.
Dengan memilih besi hollow yang sesuai, pekerjaan dapat menjadi lebih efisien dan hasil konstruksi dapat lebih optimal.
Butuh besi hollow untuk proyek rumah, renovasi, atau pekerjaan kontraktor?
Lamoza Material menyediakan berbagai kebutuhan material bangunan untuk membantu memenuhi kebutuhan proyek Anda. Pastikan memilih ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.